Yap, semua orang pasti ingin menuntaskan semua kewajibanya tepat waktu. sama seperti saya. seorang gadis dengan tugas yang mungkin melebihi ukuran tubuhnya *lebay.
tulisan ini saya tulis karena banyaknya teman dan tetangga yang bilang,” Mbak, kok bisa mbagi waktu begitu? semuanya selesai to?”
pertama, saya bukan seorang Deadliners, bukan pengejar Garis mati, seperti kebanyakan teman saya.
Kenapa gitu Dhan?
saya gak terbiasa. dari kecil, saya sudah terbiasa bekompetisi dengan pacuan waktu. lomba catur, dan melukislah yang mengajari saya bagaimana bertahan dalam himpitan waktu yang terbatas tapi dapat meraih hasil yang maksimal. kuncinya cuma satu ternyata, NIAT.
dari saya SD, saya sudah harus nyari becak sendiri ke sekolah. dengan jarak sekitar 10 Km dari umah saya di Mlangsen, Blora. saya harus nyari becak sendirian, dan harus sampai sekolah jam 7 pagi.
waktu SMP, jarak rumah saya di Maguwoharjo sampai Pakem (Jl. Kaliurang Km. 17.5) kurang lebih 18 Km. dan saya kadang harus masuk pukul 06.15 WIB. kebayangkan betapa saya harus bangun pagi, menyelesaikan tugas langsung setelah pulang sekolah dan malamnya istirahat. saya sudah terkonsep seperti itu.
SMA, Sekolah saya berada di Wirobrajan, dan rumah saya di Maguwoharjo, jadi jaraknya sekitar 17 Km, dan masuk pukul 07.15 WIB juga bukan hal yang ringan, karena saya harus menghadapi kurang lebih 8 lampu merah yang 3 diantaranya rawan macet. waktu SMA, saya banyak berorganisasi dan mengikuti berbagai kompetisi. jadi saya juga banyak belajar membagi waktu disana.
niatnya, waktu Kuliah, saya mau pensiun bersibuk-sibuk ria. tapi, malah justru semakin tidak bisa. tugas dari berbagai praktikum dan mata kuliah yang saya ambil memaksa saya banting tulang dan otak untuk menyelesaikannya,
Tapi Dhan, kamu bisa selesai dalam waktu cepat dalam mengerjakan tugas, kok bisa?
iu karena saya punya tanggungan kerjaan. saya salah satu penulis cerpen di salah satu majalah yang ada di Indonesia. dengan deadline setiap minggu 3 tulisan yang belum tentu terbit, saya harus bisa mengatur itu seua agar tidak bertabrakana dengan praktikum di Geofisika yang terhitung memiliki tugas seabrek alaihum gmbreng. sampai sampai saya jadi jarang sekali main ke Dinas bersama kak Mona dan Ninda *miss you so much.
Oh pantes kamu jarang bisa ikut rapat di kampus ya?
alasanku gak ikut rapat karena sebagian besar rapat diinfokan sehari sebelumnya. kebayang dong kalau saya sudah punya janji dulu dan ternyata pas ada kerajaan. jadinya kan saya tidak bisa langsung menyesuaikan atau meng-cancel- yang sudah saya iya kan. tapi kalau saya bilang bisa, insya Allah pasti saya akan datang. dan kalau malam, itu jam malam saya cuma sampai jam 9 saja. selebihnya saya bakal kena semprot orang tua dan tukang ronda :p
Kapan kamu belajar Dhan?
biasanya kalau tidak capek betul ya sepulang kuliah atau sepulang dari kegiatan di kampus. saya juga mengerjakan tugas seulang dari kampus kok. jadi langsung selesai dan masih ingat sama apa yang dipelajari, jadi kemungkinan sok tau dapat diperkecil.
kamu rajin dhan?
gak. sumpah, saya itu orangnya malesan. bahkan untuk urusan kuliah saya males berangkat kalau memang saya nanti gak bakal dapet materi yang bisa membuat saya tertarik. saya gak suka kalau terpaksa. jadi kalaupun saya mau mengerjakan tugas atau amanah, harus yang saya suka atau paling tidak ada hal positif yang bakal saya dapat.
jadi intinya, semuanya harus tepat waktu bagi saya, kadang memang ada toleransi untuk keadaaan tertentu tapi jangan jadi alasan untuk menjadi manja
Keep your spirit