State your feeling

saya sering mengalami masalah dalam berkomunikasi. entah melalui percakapan langsung maupun tidak.

Seperti misalnya ketika saya salah memanggil nama orang di jalan, atau sampai berkata yang tidak seharusnya di depan teman.

Antara sadar dan tidak- satu hal yang pasti, dan tidak dapat kita hindari. Banyak orang beridealisme tinggi dan menyatakan bahwa hal tersebut dapat dihidari dengan membiasakan diri dan melakukan hal-hal penting dengan berpikir dua kali atau bahakan berulang kali.

Tapi seiring kebutuhan manusia yang meningkat dan waktu yang terasa singkat, manusia akan semakin dimanjakan oleh hal-hal simpel dan instant. Sehingga, tak ada lagi waktu untuk berpikir dan menyikapi berbagai kesalahan (sengaja atau tidak) yang mereka buat dalam berkomunikasi.

Begitu pula pada komunikasi secara tidak langsung. melalui telpon, sms, chat, email dan lain sebagainya.

Saya dan kita sering dihadapkan dalam keadaan ingin menunjukkan rasa melalui kalimat yang jika dibaca tidak bisa menghadirkan rasa yang sama.#nahlo.

Seperti kita menulis kata “terima kasih”. Niat hati berkata baik, dengan nada pengucapan yang tepat dan senyum di bibir. namun, kadang masih ada saja orang yang menganggap niat kita sedang tidak baik, dan dengan memasang muka angku. who knows? whose false?

Tidak ada yang salah. Semuanya kembali kepada niat. bagaimana kita menyatakan perasaan kita melalui ucapan maupun tulisan.

Ingat masih ada Tuhan yang selalu mengetahui isi hati setiap hambaNya.

Jadi, kalau orang salah tangkap, wajar dong, kan dia bukan Tuhan. cukup maklumi, karena pastilah kita sesama manusia pernah berbuat kesalahan yang sama, kan sama-sama keturunan Adam. hehe

dyd-

Great Deal

Jika mencintaimu saya dapat mencintai diri saya sendiri lebih baik,

Jika menggenapkanmu seperti memberikan saya kebebasan untuk tetap menjadi diri sendiri,

Jika membersamaimu saya dapat belajar apa untungnya menjadi dewasa,

Maka iya- saya bersedia.

 

Berawal dari pertanyaan yang membuka sebuah perjanjian besar dalam hidup

Apakah tawaran yang dulu itu masih berlaku?

Tidak ada yang kadaluarsa untukmu…

 

Bagi saya,

Mencintaimu mengajarkan untuk mulai mencintai diri sendiri, berbenah diri,

Menggenapkanmu mengenalkan saya pentingnya arti berbagi- waktu, cinta maupun hati,

Dan Membersamaimu memberikan saya kekuatan untuk terus berjalan seiring, belajar menentukan tempo yang tepat

Maka, sayapun bersedia

 

Selamat hari jadi abang, love you as always.

tidak pernah ada yang kadaluarsa untuk saya bukan?

kamu memang selalu seperti itu, sederhana dalam mencinta kata :’)

 

Missing Part

14 Agusus 1993,

Alhamdulillah, dua puluh tahun yang lalu saya dilahirkan ke dunia, bersamaan dengan lahirnya kakak kembar. dia lelaki sahabat pertamaku. bukan kembar dari satu ibu, melainkan hanya bersamaan waktu. sejak kecil, kami selalu bermain bersama. sesekali berebut hal-hal tidak penting.

hingga akhirnya menangis bersama.

Entah mengapa, jarak bagi kami adalah sebuah penghalang untuk berkomunikasi. kan ada hape? sos-med? No. we can’t meet each other again.

Hopefully, saya hanya bisa berdoa untuk kamu.

kamu yang nyaris tak pernah menghabisi nafas saya dengan satu kata. kamu membiarkan saya memilih apa yang saya sukai. menuliskan harapan saya dalam gulungan kertas warna hijau.

Kak, saya sudah bisa mencoret 3 harapan saya :’)

1. Menemukan orang yang persis dengan sepotong jalan itu

2. Kuliah di Geofisika

3. Tidak lagi tertutup- bahkan, sekarang saya cenderung periang

masih banyak yang belum di coret.

saya sudah lupa puluhan harapan lain. bahkan ingin mempunyai kebun bunga ratusan hektare.

setua apapun saya nanti, saya tidak pernah kehilangan kamu. kamu tetap ada, dalam bingkai foto di kamar saya.

Your best sister, I hope… :’)

resah

sepulang KL (yang nanti akan saya posting tentunya) saya berusaha menenangkan diri tentunya. tidak sebahagia yang lain mungkin ketika melihat palang selamat datang di DIY, karena memang saya gak liat dan malah tidur. eh bangun-bangun sudah sampai kampus *plak

kesimpulannya, saya resah,

gak tahu kenapa, pokoknya saya resah.

karena banyak kejadian di kota ini sebelum saya berangkat yang sedikit membuat nyesek,

mulai dari tas yang mau di bawa KL dipake adek les, KTP hilang, sampai muka lebam dan kaki sakit gara-gara jatuh dari bety bob *astagfirullah

dan yang paling parah, saya resah karena takut berdekatan dengan kenyataan bahwa saya akan bertemu liburan, dan otomatis kesimpulannya lagi, saya bakal sendirian di jogja. huuuaaa pasti temen-temen pada ngilang pulang kampung. tapi well, saya masih punya beberapa sahabat yang masih mau berbagi waktu bersama saya

sejujurnya, saya resah karena saya semakin mendekati magnet yang sampai sekarang belum tahu apakah sudah terinduksi kutub yang berbeda

Tepat Waktu

Yap, semua orang pasti ingin menuntaskan semua kewajibanya tepat waktu. sama seperti saya. seorang gadis dengan tugas yang mungkin melebihi ukuran tubuhnya *lebay.

tulisan ini saya tulis karena banyaknya teman dan tetangga yang bilang,” Mbak, kok bisa mbagi waktu begitu? semuanya selesai to?”

pertama, saya bukan seorang Deadliners, bukan pengejar Garis mati, seperti kebanyakan teman saya.

Kenapa gitu Dhan?

saya gak terbiasa. dari kecil, saya sudah terbiasa bekompetisi dengan pacuan waktu. lomba catur, dan melukislah yang mengajari saya bagaimana bertahan dalam himpitan waktu yang terbatas tapi dapat meraih hasil yang maksimal. kuncinya cuma satu ternyata, NIAT.

dari saya SD, saya sudah harus nyari becak sendiri ke sekolah. dengan jarak sekitar 10 Km dari umah saya di Mlangsen, Blora. saya harus nyari becak sendirian, dan harus sampai sekolah jam 7 pagi.

waktu SMP, jarak rumah saya di Maguwoharjo sampai Pakem (Jl. Kaliurang Km. 17.5) kurang lebih 18 Km. dan saya kadang harus masuk pukul 06.15 WIB. kebayangkan betapa saya harus bangun pagi, menyelesaikan tugas langsung setelah pulang sekolah dan malamnya istirahat. saya sudah terkonsep seperti itu.

SMA, Sekolah saya berada di Wirobrajan, dan rumah saya di Maguwoharjo, jadi jaraknya sekitar 17 Km, dan masuk pukul 07.15 WIB juga bukan hal yang ringan, karena saya harus menghadapi kurang lebih 8 lampu merah yang 3 diantaranya rawan macet. waktu SMA, saya banyak berorganisasi dan mengikuti berbagai kompetisi. jadi saya juga banyak belajar membagi waktu disana.

niatnya, waktu Kuliah, saya mau pensiun bersibuk-sibuk ria. tapi, malah justru semakin tidak bisa. tugas dari berbagai praktikum dan mata kuliah yang saya ambil memaksa saya banting tulang dan otak untuk menyelesaikannya,

Tapi Dhan, kamu bisa selesai dalam waktu cepat dalam mengerjakan tugas, kok bisa?

iu karena saya punya tanggungan kerjaan. saya salah satu penulis cerpen di salah satu majalah yang ada di Indonesia. dengan deadline setiap minggu 3 tulisan yang belum tentu terbit, saya harus bisa mengatur itu seua agar tidak bertabrakana dengan praktikum di Geofisika yang terhitung memiliki tugas seabrek alaihum gmbreng. sampai sampai saya jadi jarang sekali main ke Dinas bersama kak Mona dan Ninda *miss you so much.

Oh pantes kamu jarang bisa ikut rapat di kampus ya?

alasanku gak ikut rapat karena sebagian besar rapat diinfokan sehari sebelumnya. kebayang dong kalau saya sudah punya janji dulu dan ternyata pas ada kerajaan. jadinya kan saya tidak bisa langsung menyesuaikan atau meng-cancel- yang sudah saya iya kan. tapi kalau saya bilang bisa, insya Allah pasti saya akan datang. dan kalau malam, itu jam malam saya cuma sampai jam 9 saja. selebihnya saya bakal kena semprot orang tua dan tukang ronda :p

Kapan kamu belajar Dhan?

biasanya kalau tidak capek betul ya sepulang kuliah atau sepulang dari kegiatan di kampus. saya juga mengerjakan tugas seulang dari kampus kok. jadi langsung selesai dan masih ingat sama apa yang dipelajari, jadi kemungkinan sok tau dapat diperkecil.

kamu rajin dhan?

gak. sumpah, saya itu orangnya malesan. bahkan untuk urusan kuliah saya males berangkat kalau memang saya nanti gak bakal dapet materi yang bisa membuat saya tertarik. saya gak suka kalau terpaksa. jadi kalaupun saya mau mengerjakan tugas atau amanah, harus yang saya suka atau paling tidak ada hal positif yang bakal saya dapat.

 

jadi intinya, semuanya harus tepat waktu bagi saya, kadang memang ada toleransi untuk keadaaan tertentu tapi jangan jadi alasan untuk menjadi manja :)

Keep your spirit :)